Dosa Besar Perjudian yang Dijelaskan dalam Hadits

judi online

Dosa Besar Perjudian yang Dijelaskan dalam Hadits tentang larangan perjudian dan penjelasannya. Dalam artikel ini, kami telah mengumpulkan topik-topik ini dan menyatukannya. Judi adalah salah satu dosa besar dan memiliki banyak kerugian pribadi dan sosial. Aturan agama kita tentang masalah ini sudah jelas. Islam telah melarang berbagai jenis permainan dan hiburan, serta segala jenis permainan yang melibatkan perjudian dalam Al-Qur’an; “Wahai orang-orang yang beriman! Anggur, judi, obelisk (berhala) dan panah keberuntungan adalah perbuatan jahat. Jauhi mereka sehingga Anda dapat mencapai keselamatan. Setan hanya ingin membuat permusuhan serta kebencian di antara kamu dengan minuman anggur dan judi, dapat menjauhkan kamu dari Allah dan dari shalat.

Kata judi dalam ayat tersebut sebagian besar telah dijelaskan sebagai perjudian, dan oleh karena itu judi online dan sejenisnya tidak boleh di lakukan karena disebutkan. Ibnu Umar dan sekelompok ulama menyimpan kandungan kata maysir dalam ayat tersebut dengan cukup luas dan mengatakan bahwa permainan dadu atau gundu yang dimainkan oleh anak-anak pun termasuk judi.

milik Ibn ‘Arabi; “Maysir atau taruhan adalah hal yang haram yang tidak bisa dilakukan saat ini. Ibn al-Arabi memahami buah yang disebutkan dalam ayat tersebut sebagai jenis perjudian yang ada pada periode pertama tetapi kemudian secara bertahap berubah jenis dan permainannya.

Pandangan ulama Islam tentang Meysir

Ada dua pandangan mengapa maysir itu dosa dan dilarang. Menurut pandangan pertama yang dilaporkan dari Ibnu Abbas “Maysir dianggap dosa dan dilarang karena dapat lalai mengingat Allah dan shalat dan menyebabkan permusuhan di antara manusia”

Menurut pandangan lain yang dilaporkan oleh Süddî; “Itu dianggap dosa karena menyebabkan penindasan dan ketidakadilan”. Tampaknya ulama Islam telah menafsirkan maysir secara komprehensif untuk memasukkan perjudian dan beberapa permainan sederhana yang tidak dianggap perjudian.

Fakta menyatakan bahwa beberapa permainan dan gangguan yang tidak dianggap taruhan dianggap sebagai perjudian mungkin dapat dijelaskan dengan upaya untuk melarang terlebih dahulu bentuk dan metode yang dapat berubah menjadi perjudian di masa depan, meskipun pada dasarnya sah, untuk mencegah perjudian, yang cenderung menyebar dengan cepat di masyarakat dan mempengaruhi generasi muda, seperti halnya alkohol.

Perjudian pada prinsipnya dilarang baik dalam Al-Qur’an dan hadits, dan larangan perjudian ditunjukkan pada beberapa contoh dengan tidak memperhitungkan apa yang termasuk perjudian. Secara alami, tidak dapat disimpulkan bahwa hanya bentuk perjudian yang disebutkan di atas yang dilarang.

Meskipun Islam melarang perjudian, tetapi hasil yang ditimbulkannya, Islam tidak menargetkan jenis perjudian tertentu. Dalam hal ini, umat Islam perlu mempertimbangkan kembali dan memaknai “larangan judi” yang disebutkan sebagai prinsip dalam Al-Qur’an dan Sunnah, sesuai dengan kondisi dan masyarakat mereka sendiri di setiap era dan periode.

 

Untuk itu, baik lingkungan dan tujuan kitab suci, perintah dan larangan harus diketahui dengan baik, dan kebiasaan buruk yang telah menjadi epidemi di masyarakat tempat mereka tinggal dan konsekuensi negatif yang ditimbulkannya harus terus dipantau.

Bagaimana Menerapkan Larangan Perjudian ataupun Judi Online?

Pertama-tama, seorang Muslim perlu bersenang-senang dan melakukan hal yang menyenangkan agar tidak ster. Manusia bukanlah malaikat. Namun, penting untuk tidak melewati batas legitimasi sambil bersenang-senang.

Di sisi lain, keuntungan seorang Muslim tidak harus bergantung pada kebetulan dan kebetulan, tetapi harus menjadi produk dari usaha dan kerja kerasnya. Faktanya, dalam satu ayat; disebutkan, “Yang bermanfaat bagi manusia hanyalah hasil usahanya sendiri”.

Lebih penting lagi, adalah haram mengambil dan memakan milik orang lain secara tidak sah. Dalam ayat; diperintahkan, “Jangan memakan hartamu di antara kamu sendiri dengan cara yang salah dan tidak adil, tetapi hanya setelah perdagangan berdasarkan kesepakatan bersama dan niat baik” (an-Nisa 4/29).

Setelah tidak dilakukan dengan cara yang sah, persetujuan yang nyata dari salah satu pihak, seperti dalam perjudian, tidak menghalalkan harta yang diperoleh melalui perjudian. Faktanya, bahkan jika pihak yang kalah tampaknya puas dengan apa yang telah dia berikan, kecil kemungkinan dia akan puas dengan itu.

Di sisi lain, perjudian, seperti banyak jenis hiburan dan penipuan lainnya, menjadi penyakit epidemi sebagai eksploitasi harapan dalam masyarakat dan segmen di mana pengangguran, kemiskinan, dan ketidak seimbangan kelas besar di negara-negara yang belum menyelesaikan pembangunan ekonominya.

Telah banyak sekelompok besar orang menjadi korban dan beberapa orang bermasalah yang menjadi kaya, tanpa usaha dan keringat ditambahkan ke masyarakat. Akibatnya, tidak dapat dihindari bahwa perjudian akan menimbulkan kebencian, kehilangan, dan permusuhan di antara para pihak.

Selain itu, luka sosial yang akan ditimbulkan oleh tindakan perjudian dan bencana yang akan ditimbulkannya adalah jelas. Maka dari itu kita semua sebiknya menghidari dari permainan judi online dari bermacam macam jenisnya seperti slot, permainan kartu dll, agar hidup kita berkah tanpa uang yang kotor.

Larangan Bermain Situs Slot Online di Indonesia

 

Larangan Bermain Situs Slot Online di Indonesia. Maraknya situs judi online yang bisa diakses dengan mudah hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia. Perjudian online ini dapat merugikan generasi anak bangsa, karena berkemungkinan besar akan membuat orang jadi malas bekerja dan berusaha mencari rezeki dengan mengandalkan keberuntungan semata lewat judi yang sebenarnya juga memiliki risiko kekalahan dan kehilangan uang yang sangat tinggi.

 

Bukannya membuat seseorang menjadi sukses dan sejahtera, perjudian malah akan membuat pemainnya merugi bandar seumur hidupnya. Demi menutupi terus bermain untuk menutupi kekalahan, pemainnya akan rela untuk menjual apa saja yang dimiliki, seperti kendaraan, logam mulia, bahkan rumah dan tanah. Maka wajar saja perjudian dilarang di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya, silahkan simak penjelasan di bawah ini tentang alasan dilarangnya perjudian di Indonesia serta berbagai bentuk peraturan hukum yang melarangnya. 

 

Alasan Pelarangan

 

Terdapat banyak alasan yang jelas dan rasional akan dilarangnya segala bentuk perjudian di Indonesia, termasuk situs slot online yang sedang digemari banyak penjudi pemula.

 

  • Berlawanan dengan Pancasila 

 

Pancasila memang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu semua hal yang dilaksanakan di tanah Indonesia harus sesuai dengan Pancasila, tidak boleh bertentangan dengannya. Di dalam Pancasila terdapat nilai moral dan agama yang tentunya sangat bertentangan dengan kegiatan perjudian. Maka dari itu, kegiatan perjudian dilarang keras di Indonesia.

 

  • Terancamnya Moral Generasi Bangsa 

 

Perjudian, terlebih permainan judi di situs slot online yang sangat mudah dimainkan dianggap perusak generasi bangsa. Jika anak-anak di usia sekolah telah memahami perjudian, mereka sangat rentan untuk mengalami kecanduan yang dapat mengakibatkan habisnya uang sekolah (yang dititipkan orang tua untuk mereka bayarkan ke pihak sekolah) untuk berjudi. Anak-anak juga bisa menjadi pembohong yang durhaka dengan senantiasa meminta uang kepada orang tua dengan alasan keperluan sekolah, padahal nyatanya dipakai untuk berjudi.

 

Belum lagi ketika perjudian yang dilakukan tidak berjalan mulus. Ketika mengalami kekalahan, mereka mungkin akan mencuri uang dan/atau perhiasan orang tuanya, bahkan ketika dikuasai emosi negatif, orang tuanya pun bisa saja dibunuh jika tidak menuruti kemauan mereka. Jika takut meminta uang orang tua, anak-anak juga bisa saja berutang kepada orang lain dan akhirnya bunuh diri karena tak sanggup melunasinya. Seandainya pun tidak seberat itu, kemungkinan terringannya adalah menjadi pemalas yang tidak memikirkan tugas dan ujian sekolah lagi.

 

  • Memiskinkan negara 

 

Sangat mungkin bagi para pejabat negara untuk berjudi, maka bisa saja mereka melakukan korupsi untuk bisa bermain judi dari yang termudah dulu, seperti di situs slot online. Dengan begitu, uang negara akan habis dan menguap ke bandar judi yang selalu memperoleh keuntungan terbesar.

 

  • Memburuknya roda perekonomian negara 

 

Para penjudi sangat mungkin mengalami kekalahan berulang kali karena bandar judi sangat ahli untuk menciptakan dan melaksanakan berbagai trik agar para penjudi kalah dan menghabiskan banyak uang untuk berjudi. Sehingga pada akhirnya sang bandar judi sendiri yang akan menjadi kaya raya.

 

Jika mayoritas penduduk Indonesia bermain judi secara offline maupun online seperti di situs slot online, para penjudi yang kecanduan sangat mungkin untuk berusaha mencari pinjaman. Awalnya menghubungi orang-orang terdekat sampai akhirnya ke bank, karena orang-orang terdekat tak bisa lagi menolongnya. Setelah meminjam uang dari bank, ia akan kalah lagi dan lagi, sehingga tidak bisa mengembalikan uang dari bank itu, maka bank yang uangnya dipinjam pun perlahan-lahan bisa bangkrut dan memperburuk roda perekonomian negara. 

 

Peraturan Hukum yang Melarangnya 

 

Ada banyak peraturan perundang-undangan milik Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melarang praktik perjudian, termasuk secara online. Untuk memudahkan Anda memahaminya, silakan baca rangkuman di bawah ini:

 

  •     Pasal 303 KUHP

Ayat 1 dari pasal ini memuat ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun atau denda maksimal Rp10.000.000 bagi siapa pun yang berjudi dengan melanggar ketentuan pasal ini. Ketentuan ini diperkuat dengan dilarangnya semua jenis perjudian secara mutlak di dalam UU No. 7 Tahun 1974. Ini berarti perjudian online seperti di situs slot online pun dilarang di Indonesia.

 

Ayat 3 mendefinisikan permainan judi sebagai setiap permainan yang mengandalkan keberuntungan belaka, juga karena sudah terlatih, termasuk semua pertaruhan untuk setiap jenis perlombaan maupun permainan.

 

  •     UU No. 9 Tahun 1981

UU ini mengatur tata cara pelaksanaan untuk penertiban perjudian. Di dalam Pasal 1 ayat (1) tertulis bahwa pemberian izin untuk menyelenggarakan segala jenis perjudian dilarang, baik di kasino, tempat keramaian, dan lainnya, termasuk secara elektronik, seperti situs slot online.

 

  •     UU ITE No. 11 Tahun 2008

Berdasarkan UU ini, tepatnya di Pasal 27 ayat (2), setiap orang yang sengaja mendistribusikan, mengirimkan, dan/atau menciptakan akses menuju dokumen elektronik yang memuat perjudian merupakan perbuatan terlarang. Berdasarkan Pasal 45 ayat (1), para pelanggar Pasal 27 ayat (2) akan membuat si pelaku mendekam di penjara selama maksimal 6 tahun dan/atau didenda maksimal Rp l.000.000.000. 

 

  •     UU Perubahan ITE No. 19 Tahun 2016

UU Perubahan ITE ini ditetapkan untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci terhadap beberapa hal yang dianggap ambigu pada UU ITE No. 11 Tahun 2008, salah satunya adalah yang terletak pada Pasal 27 ayat (2). Untuk menghilangkan kebingungan terhadap ayat itu, maka dibuat rincian tentang 3 istilah di dalam Pasal 27 ayat (1) UU Perubahan ITE ini, yang tetap tidak mengizinkan segala jenis perjudian elektronik, seperti lewat situs slot online, dengan ancaman hukum yang sama dengan yang dimuat UU ITE No. 11 Tahun 2008. 

 

Pasal 27 ayat (1) menjelaskan bahwa mendistribusikan berarti menyebarkan dan/atau mengirimkan informasi dan/atau dokumen elektronik kepada berbagai pihak. Mentransmisikan berarti mengirimkan informasi dan/atau dokumen elektronik kepada satu pihak lainnya, dan membuat dapat diakses adalah setiap kegiatan selain transmisi maupun distribusi dokumen dan/atau informasi elektronik hingga diketahui pihak lainnya.

 

Maka dapat disimpulkan bahwa bermain judi online lewat situs luar negeri (termasuk situs slot online), selama dilakukan di Indonesia, si pemain tetap terhitung melanggar hukum NKRI. Bahkan jika pelaku judi itu bukan WNI (Warga Negara Indonesia), tetapi ia berjudi di Indonesia baik offline maupun online, ia tetap harus dihukum sesuai peraturan perundang-undangan di Indonesia yang telah disebutkan di atas dengan dua alat bukti yang sah (UU No. 8 Tahun 1981 Pasal 183 dan 184). 

 

Demikian penjelasan tentang alasan dilarangnya perjudian di Indonesia serta berbagai bentuk peraturan hukum yang melarangnya, termasuk berjudi di situs slot online. Jika keinginan untuk berjudi sempat menghampiri, semoga Anda bisa memikirkan dan mempertimbangkannya dengan matang dan tepat.